Jumat, 13 April 2012

Getaran Cinta


Bismillahirrahmanirrahim

“Hoy, ngelamunin apaan?”

Anggi tergagap.

“engg..nggak kok!” seulas senyum dikembangkan buat menutupi keterkejutannya.

“Ngelamunin apa sih, Nggi? si dia ya?”

Kembali sebuah senyum menjawabnya.

“Apa sih enaknya ngelamunin cowok? Berkhayal kalo nanti dia bakalan datang naek kuda putih ya, Nggi?”

Tak ada jawaban, hanya pipi yang memerah pertanda rasa malunya memuncak.

***

Melamun, mengkhayal mungkin untuk sebagian dari kamu menyenangkan, karena dengan mengkhayal seolah-olah semua keinginan sudah bisa tergenggam, apalagi mengkhayal tentang si dia, sang kekasih hati.

Kalau sedang jatuh cinta, makan males, mandi enggan, tidur susah, sukanya ngelamun terus. Mengkhayal si dia, sedang apa ya dia, sekarang dia lagi makan apa ya, seandainya aku disana pasti…bla…bla…dan bla… Hanya mengkhayal saja sangat menyenangkan.

Biasanya kamu yang sedang jatuh cinta akan senang melihat sesuatu yang dia pakai, dia sukai, dia miliki. Kalau lihat motornya si dia sedang terpakir, hati rasanya langsung bergetar. Walau cuma melihat status dia, hati rasanya berbunga-bunga merasa bahwa statusnya ditujukan untukmu. Getaran yang mengasyikkan. Cinta gitu lho!

Keindahan inilah yang mengantarkan kamu menjadi seorang pelamun dan penghayal, padahal hayalanmu hanyalah bentuk dari buang-buang waktu dan kesia-siaan. Apa yang bisa didapatkan dari mengkhayal selain senyum-senyum, membayangkan si dia bahkan bisa berakibat lalai dari mengingat kematiaan, dan yang fatal adalah lupa bahwa ada Allah Azza Wa Jalla yang mengawasimu.

Cinta memang begitu indah sehingga kamu mudah terbuai oleh keindahannya. Cinta pulalah yang mampu membuat hatimu bergetar ketika mendengar nama sang kekasih disebut, serta merta senyum pun terkembang. Namun, apakah getaran dan senyum itu akan hadir ketika kamu mendengar nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.”(QS.Al Anfal 2-4)

Berapa kali aku, kamu, kita pernah bergetar hatinya ketika disebutkan Asma Allah? Atau sudah berapa banyak aku, kamu, kita , menangis ketika ayat-ayatNya dilantunkan? Malah mungkin banyak yang acuh ketika ayat-ayatNya dilantunkan karena asik mengkhayal, asik curhat di BBM , asik Facebookan.

Lain sekali ketika nama sang pujaan hati disebut sekali saja, sudah melambungkan khayalan, sudah menggetarkan hati berkali-kali. Sungguh bila hati mampu berkata, ia akan menangis dan bersedih, kenapa begitu mudah bergetar ketika disebut nama pujaan hati sedangkan begitu sulit ketika Asma Allah disebutkan? Apakah kamu tidak iri kepada orang-orang beriman yang mampu tergetar hatinya karena begitu cintanya ia pada Allah? Sungguh, aku sangat iri.

Tak mungkin dipungkiri, mengkhayal dan melamun adalah cara syetan untuk melalaikanmu dari mengingatNya bahkan agar kamu tidak mencintaiNya sebagaimana kamu mencintai makhlukNya. Padahal seharunya kamu lebih mencintai Sang Pemilik Cinta ketimbang makhlukNya, namun ternyata lebih banyak yang sebaliknya.

Mengkhayal keberadaan cinta memang menyenangkan, tapi ingatlah kesenangan itulah yang melalaikanmu. Lebih baik ketika cinta itu hadir kepada makhlukNya, jangan sampai terlalaikan oleh cintanya. Berilah cinta yang lebih tinggi pada Sang Pecinta, yakinlah Dia justru akan memberimu cinta yang terindah dari makhlukNya.

Wallahua’lam bish Shawwab

http://www.bukanmuslimahbiasa.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar